Main
Registration
Login
Wednesday
18/10/2017
12:00:20
Welcome Guest | RSS
Litbang LAN Samarinda

Site menu

Our poll
Rate my site
Total of answers: 12

 rustan 

“AKSI REAKSI DAN PERAN LITBANG”

Oleh : Rustan A.

(Pelaksana Bidang Kajian Pada PKP2A III LAN Samarinda)

           Menjangkau masyarakat adil dan makmur sesuai dengan cita-cita undang-undang 1945 selayaknya hanya akan menjadi angan-angan kosong. Pergulatan bangsa ini dengan sekelumit persoalan tentunya menyadarkan kita bahwa apa yang salah dengan ini semua. Jika kita menilik ke belakang hingga saat ini akan terungkap fakta bahwa ternyata ada Paradigma Aksi Reaksi yang dianut oleh bangsa yang berpenduduk sekitar 220-an juta jiwa ini. Paradigma aksi reaksi yang saya maksudkan adalah, para pengambil kebijakan merumuskan, membuat, dan menetapkan suatu tindakan berdasarkan atas masalah yang ada di lapangan tanpa terlebih dahulu melakukan pengkajian terhadap permasalahan tersebut, atau dalam istilah yang lugas Muncul Masalah, Baru Melakukan Tindakan. Masalah ketahanan pangan, kelangkaan BBM, Pilkada langsung, serta Krisis Listrik adalah sebagian kasus yang penanganannya memakai Paradigma Aksi-Reaksi tersebut.

            Hal inilah kemudian saya berpikir dimanakah peran Penelitian dan Pengembangan (Litbang) saat ini. Padahal peran litbang amat sangat menentukan pengaruh kebijakan tersebut terhadap perkembangan negara ini. Peran litbang juga dapat memperkecil terjadinya paradigma aksi-reaksi tersebut. Beberapa negara-negara maju sangat memberikan perhatian besar terhadap peran litbang dalam pembangunan negaranya, bahkan tidak tanggung-tanggung mereka mengalokasikan anggaran yang begitu besar untuk kegiatan litbang ini. Sedang di daerah-daerah di negara tercinta kita, lembaga Litbang hanya mendapat alokasi anggaran sebesar 1 % dari APBD. Sungguh angka yang membenarkan plesetan “Sulit Berkembang” pada lembaga litbang ini.

            Lembaga litbang sebenarnya telah menyusun skenario planning terhadap permasalahan-permasalahan yang dihadapi bangsa ini disaat sekarang bahkan saat mendatang beserta solusi penanganannya. Namun, sekali lagi hasil kajian tersebut sama sekali tidak dilirik dan hanya menjadi sampah serta disimpan dibawah meja saja. Hal inilah yang kemudian menjadikan kebijakan atau tindakan yang dilakukan oleh pemerintah hanya berefek sesaat sesuai dengan model Aksi Reaksi.

Optimalisasi Peran Litbang

            Ada begitu banyaknya kebijakan yang mengganggu dunia usaha sehingga menyurutkan investor masuk ke dalam negeri serta banyaknya keputusan yang dibuat oleh pemerintah yang bertentangan dengan kepentingan umum dimana hal-hal ini, terus dilakukan tanpa mencoba memanfaatkan fungsi kelitbangan. Saat ini pemerintah perlu menerapkan suatu mekanisme dimana setiap kebijakan atau langkah yang diambil terlebih dahulu dikonsultasikan ke lembaga litbang atau jika diperlukan dilakukan pengkajian atau penelitian (research based policy).

            Litbang di Indonesia saat ini (yang berdiri dalam perangkat sendiri) tersebar di 21 Provinsi, 39 kabupaten, dan 7 kota. Suatu jumlah yang masih belum optimal mengingat peran penting Litbang untuk melakukan pengkajian terhadap pelaksanaan pembangunan di daerah, dikarenakan keberhasilan daerah-daerah akan mendorong keberhasilan bangsa Indonesia secara akumulatif. Kelitbangan yang dipenuhi oleh para pemikir dan peneliti menjalankan peran strategis dalam memberikan masukan serta rekomendasi dalam perbaikan, penyusunan, penilaian, serta pengembangan kemandirian daerah.

            Namun, tingkat kejelasan dalam optimalisasi kewenangan fungsional kelitbangan menghadapi tantangan globalisasi terhalangi oleh berbagai kepentingan yang menyukai zona kenyamanan saat ini. Kelitbangan tentunya telah berpikir dan merancang proksi-proksi perubahan dan pengembangan pembangunan bangsa dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, tinggal bagaimana komitmen pimpinan daerah beserta seluruh aparat terkait dalam menjadikan hal tersebut nyata dilapangan. Komitmen tersebut kemudian dibingkai dengan pembangunan resource center di daerah yang kemudian secara terintegrasi mampu menjaring pemikiran dan metode best practice terbaru yang dapat digunakan diseluruh pemerintah daerah. Oleh karenanya, mendongkrak keberfungsian litbang akan mampu melepaskan belenggu ketidakpastian serta keragu-raguan pemerintah dalam mengambil dan menyusun suatu kebijakan baik yang bersifat jangka pendek, menengah, maupun jangka panjang beserta kemungkinan-kemungkinan hambatan yang dilalui.


Login form

News calendar
«  October 2017  »
SuMoTuWeThFrSa
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031

Search

Site friends

Statistics

Copyright MyCorp © 2017
Free website builderuCoz